Mengenal Dunia Baru

April 22, 2007

Rumah Nenek

Filed under: Uncategorized
Ayah kulihat sibuk mondar-mandir mengurus adminsitrasi dan pembayaran perawatan bunda dan aku. Ternyata hari ini hari terakhir aku dirawat di RS. Sari Asih, tempat yang paling bersejarah dalam perjalanan hidupku. Berarti, hari ini adalah hari perpisahanku dengan lingkungan yang pertama kali aku kenal. Ada sedikit rasa sedih berpisah dengan suster-suster yang selalu sabar merawat aku. Aku pasti kangen mereka. Tapi entah apakah suatu saat aku bisa bertemu mereka lagi, dan kalaupun ketemu juga mungkin mereka sudah tidak mengenalku lagi.
 
Aku juga harus berpisah dengan teman-temanku yang sudah 4 hari ini bersamaku, biar pun mereka suka nyebelin karena cengeng, namun mereka adalah kawan tinggalku yang membuat aku tidak kesepian selama di rumah sakit ini. Tau dech, apa ntar bisa saling kenal ya? Hari ini mestinya ada kawanku yang pulang bersamaan dengan jadwal kepulanganku. Namun, karena ada perawatan tambahan dia harus menunda kepulangannya. Dokter bilang dia kekurangan oksigen sehingga harus kembali dikasih oksigen dan masuk ruang inkubator. Oiya, orangtuanya bernama ko’ Indra dan ci Eel. Pasangan chinesse yang menjadi temen ayahku selama ada di rumah sakit ini. Mereka bertemu akrap saat menunggu bunda di operasi. Kebetulan operasi bunda dilakukan sesaat setelah ci Eel dioperasi untuk anak keduanya, caessar juga.
 
Selama menunggu keduanya sharing pengalaman, tepatnya sih ayah yang banyak belajar darinya, sehingga ayah dan ko’ Indra tampak sudah seperti kawan lama. Ko’ Indra juga tidak segan-segan kasih saran dan tukar pengalaman ke ayah untuk menjadi ayah siaga (tentu versi orang China..he..he..). Iya, sampai aku hendak dianter suster ke lobi utama rumah sakit ko’ Indra masih pusing bolak-balik ngurusin anaknya. Semoga cepet baikan dech. Biar sama-sama bisa cepet pulang. Aku senang, meski etnis Ayah dan ko Indra tidak sama, tapi mereka sangat akrab.
 
Suster sudah mengganti bajuku dengan baju spesial yang telah ayah siapkan dari rumah. Baju bayi pertamaku yang aku pake’. Bagus banget, apalagi ada selimut cantik yang turut membungkusku. Bunda dan nenek sudah stand by bersamaku berjalan menuju lobi utama. Sementara ayah sudah duluan menyiapkan kendaraan.
 
Mataku memandang lurus menembus kaca lobi utama. Terang dan penuh hiruk pikuk. Benda aneh berseliweran dari arah yang saling berlawanan. Ada yang berwarna perak, merah, hijau putih, juga hitam. Orang juga berlalu lalang dengan beragam kesibukan dan kepentingan. Semuanya nampak sibuk sesibuk suster-suster yang ada di rumah sakit ini.
 
Wajah ayah yang ganteng menyunggingkan senyum dari balik pintu kaca. Ternyata ayah membawakan untukku satu dari benda aneh yang sedari tadi kulihat berseliweran. Mmm, ini namanya mobil. Dalam gendongan nenek aku memasukinya dengan perlahan. Bunda menyusul tidak lama kemudian, sedang ayah masih sibuk memasukkan barang-barang bunda dan aku kedalam bagasi mobil.
 
Setelah semuanya siap, perlahan kendaraan itu mulai berjalan. Aku takjub. Bangunan tinggi, keramaian, hilir mudik kendaraan, lalu lalang orang dengan berbagai kesibukan aku lihat selama perjalanan. Setelah kira-kira seperempat jam, sampailah disebuah tempat yang mungil. Ada kakek, tante Ratna, om Qodri, dan beberapa tetangga sudah bersiap menyambut aku. Mereka semua berhamburan menyergapku dengan wajah yang sumringah. Semuanya tampak gembira menyambut kedatanganku. Alhamdulillah…, aku jadi bahagia. Ternyata dunia yang aku takutkan ini tidak seperti bayanganku sebelumnya. Semoga.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://sduniabaru.blogsome.com/2007/04/22/rumah-nenek/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.